idaraya

10 Teori Konspirasi Para Penganut Keyakinan 'Bumi Itu Datar'

10 Teori Konspirasi Para Penganut Keyakinan 'Bumi Itu Datar'

New York -, Bumi ini bulat atau datar? Teknologi sudah menolong kalian menyaksikan sendiri Bumi yg bulat, bukan lagi sekedar kesimpulan dari deretan fenomena yg menjadi pembuktian tidak langsung.

Pad 600 SM, filsuf Yunani Kuno bernama Phytagoras telah berujar tentang bentuk Bumi yg bulat. Tentu saja pernyataan itu sangat mengejutkan pada masanya.

Pada Abad Pertengahan, pengetahuan bahwa Bumi bulat seperti bola telah cukup diterima. Hanya saja, seperti yg dibantah oleh Galileo, Bumi masih dipandang sebagai pusat tata surya.

Kemudian di pertengahan 1800-an, Samuel Rowbotham muncul dengan pendapat lain. Ia mengumumkan bahwa Bumi berbentuk datar. Bahkan, 1,5 abad kemudian, lahirlah Masyarakat Bumi Datar (Flat Earth Society, FES) di Internet.

Di Indonesia, bahkan Lembaga Penerbangan dan Antariksa Nasional (LAPAN) baru-baru ini juga ditantang agar mengakui bahwa Bumi berbentuk datar.

Tantangan itu disertai dengan sejumlah “teori” pendukung. Dikutip dari listverse.com pada Rabu (11/1/2017) telah cukup banyak teori dilontarkan oleh para pencinta pandangan Bumi Datar sebagai berikut:

(Sumber NASA/Bill Anders)

Salah sesuatu mantra paling terkenal di kalangan pendukung Bumi datar adalah, "Saya tak tahu pasti bahwa Bumi datar, tetapi sebelum aku melihat bukti, maka hal itu lebih masuk akal daripada Bumi bulat."

Pernyataan itu mampu dimisalkan dengan orang yg terus berada di dalam rumah dengan jendela yg menghadap ke halaman, tetapi kemudian mempertanyakan keberadaan halaman itu cuma karena tak ada rumput di ruangan dalam rumah.

Mudah menyaksikan Bumi dari angkasa, termasuk memakai begitu banyaknya gambar dan video International Space Station (ISS).

Atau menyaksikan video selang-waktu (time-lapse) rekaman satelit Jepang bernama Himawari-8. Satelit itu mengambil foto Bumi setiap 10 menit dari ketinggian 35 ribu kilometer.

Nikmatilah foto saat Bumi 'terbit' yg diambil oleh William Anders dari bulan pada 1968 atau tayangan dari wahana Cassini saat menoleh sejenak ke Bumi ketika ia melintasi Saturnus.

Tapi, untuk para penggemar Masyarakat Bumi Datar (Flat Earth Society) dan jutaan orang serupa mereka, gambar-gambar itu adalah palsu.

Bagi mereka, seluruh video terbitan NASA, ESA, CNSA, Roscosmos dan segala badan antariksa lainnya hanyalah skedar grafik komputer. Fotopun dianggap sekedar rekayasa Photoshop.

Dengan demikian, suatu organisasi yg selama sejak 1946 menciptakan gambar-gambar palsu, dianggap memiliki rencana jahat.

International Space Station (sumber : engadget.com)

Bahkan seandainya seluruh gambar angkasa itu palsu, masih ada video-video para awak ISS mengambang di dalam wahana. Tidak masalah. Bagi pada pencinta FES, itu seluruh juga palsu.

Tapi pemalsuan itu lebih niat lagi, bukan sekedar garfik komputer (CGI), video-video itu direkam dalam penerbangan dengan lintasan parabolic atau kerap dikenal dengan pesawat terband gravitasi nol (zero-G).

Tentu saja penerbangan parabolik memang ada dan kadang-kadang dipakai buat melatih astronot buat melakukan gerakan-gerakan dalam suasana gravitasi renik (mikro). Pada dasarnya, penerbangan demikian adalah saat pesawat dijatuhkan secara terkendali sehingga orang-orang di dalamnya "mengambang".

Masalahnya, bagi apa NASA membuang waktu lebih dari setengah abad cuma bagi merekam video dalam penerbangan demikian. Tidak terbayangkan betapa banyaknya video yg diperlukan bagi segala itu.

Jangan khawatir, penjelasan yang lain oleh para pencinta FES adalah bahwa NASA merekam para astronotnya di bawah samudra atau di depan layar biru dengan para astronot yg terhubung kabel-kabel ke komputer.

(Sumber aplanettruth.info)

Untuk suatu model Bumi datar, dunia ini berbentuk cakram dengan Kutub Utara di tengahnya. Cincin di tepiannya adalah tembok es yg berkeliling lingkaran 'cakram' Bumi. Nah, cincin itulah yg disebut Kutub Selatan (Antartika).

Jika dimisalkan sebuah piza, maka Antartika adalah bagian roti tebal di tepiannya. Tembok es itu dimaksudkan agar samudra-samudra Bumi tak bocor ke sisi yang lain di antah berantah.

Ada banyak teori, akan dari spekulasi ilmiah hingga fanatisme agama. Salah satunya adalah klaim bahwa tembok es Antartika dikelilingi oleh samudra lain. Di luar sana ada "benua terlarang, merupakan Antichtone".

Samuel Rowbotham menyerah melakukan tebakan dan dengan enteng mengatakan, "Pemahaman manusia terhalang oleh es abadi tidak tertembus, membentang lebih jauh daripada yg mampu dilihat mata atau teleskop dan tersesat dalam bayangan atau kegelapan."

Sudah ada banyak penjelajah yg melintasi Antartika, sehingga Kutub Selatan seakan sudah menjadi tujuan wisata. Sukar dibayangkan ada orang yg jatuh ke perbatasan es abadi.

(Sumber atlanteanconspiracy.com)

Tidak heran ada pendapat seperti ini, karena begitulah adanya di planet Bumi yg datar. Tapi, saat belum ada bukti dari satelit dan stasiun angkasa, jangan heran kalau klaim ini menyebar luas.

Inilah mungkin yg menjadi permulaan semuanya. Mari lihat alasannya. Jika orang memandang ke garis cakrawala tanpa terputus, kelihatannya seperti suatu garis datar.

Seandainya Bumi ini bulat, maka harus ada lengkungan di suatu tempat layaknya sebuah bola. Lihatlah bola ping pong dan terlihat lengkungannya.

Ternyata, yg utama adalah skala dan posisi. Dari permukaan bulatan yg cukup besar, pemandangan 360-derajat berupa cakram karena garis pandag kami tak menampakan apapun di belakang lengkungan di ujung cakrawala.

Orang tak dapat melihat segera buat menyaksikan cakrawala menukik di sisi-sisinya karena Bumi juga bukan berbentuk tabung (silinder).

Jika orang memiliki pandangan cakrawala tidak terputus di seluruh arah tanpa ada kerangka acuan sebelumnya, gampang beranggapan bahwa ia sedang berdiri di atas bidang datar yg melingkar.

Tapi, kalian memiliki kerangka acuan. Jadi, bukan lagi suatu misteri kosmos.

(Sumber virgin.com)

Gravitasi adalah kekuatan pada benda-benda dengan massa sehingga saling menarik. Kekuatan itulah yg menjaga orang tetap di tanah, air pasang, dan orbit planet seputar matahari. Itu jugalah yg menjadi bukti bahwa Bumi bulat atau mendekati bulat.

Karena Bumi yg datar tak tunduk pada hukum gravitasi, maka para pencinta teori Bumi datar bersikeras bahwa gravitasi tak ada. Yang ada adalah Akselerasi Semesta (Universal Acceleration, UA).

Menurut UA, cakram datar Bumi melakukan akselerasi ke atas secara konstan, seperti suatu roket besar. Dampaknya sama, sehingga orang yg melompat mulai jatuh lagi. Tapi, bukan Bumi yg menarik orang itu, melainkan Bumi itulah yg naik

Jadi, apa penyebabnya? Suatu teori menyampaikan bahwa akselerasi (percepatan) itu disebabkan oleh selimut energi gelap yg muncul di bawah Bumi.

Lagi-lagi, tak ada orang yg mengetahui bagaimana cara kerjanya atau mengapa benda-benda yg terbang--burung, misalnya--tidak jatuh. Seakan Bumi tak bergerak ke atas ke arah burung yg terbang itu.

(Sumber flatearthscienceandbible.com)

Menurut para pencinta teori Bumi Datar, matahari cuma berjarak sekiotar 4800 kilometer dengan garis tengah cuma sekitar 51 kilometer. Matahari dianggap seperti bola lampu raksasa yg mengitari dan menerangi permukaan datar seperti sebuah mercusuar.

Seperti disebut sebelumnya, model Bumi datar mengandaikan Kutub Utara sebagai pusat cakram dengan dikelilingi tembok es raksasa di tepinya.

Mirip sebuah senter bergerak pelan menurut arah jarum jam di atas lembaran kertas, maka seperti itulah matahari. Lingkaran cahaya itu tak menyentuh semua lempengan itu sekaligus, sehingga itulah yg membedakan siang dan malam.

Tapi, bagaimana dengan pergantian musim dan matahari tengah malam di kutub-kutub bumi? Anggaplah matahari memang berkeliling Bumi seperti itu, mungkin sedikit oleng sehingga terciptalah musim-musim. Mungkin bergerak mendekat ke Kutub Utara di musim panas dan menjauh di musim dingin.

Tapi bagaiman dengan muism panas di belahan selatan bumi saat matahari bersinar 24 jam di Kutub Selatan? Seandainya Antartika memang sebuah cincin sekeliling Bumi, maka tak mungkin ada sesuatu segmen yg selalu menerus menerima cahaya kecuali kalau segala Bumi itu juga terkena cahaya.

(Sumber flatearthscienceandbible.com)

Untuk yg sesuatu ini, tak segala pencinta Bumi Datar mempercayainya. Menurut yg percaya, langit dan segala yg ada di dalamnya adalah palsu. Kita sekedar melihat kubah yg menyembunyikan angkasa yg sesungguhnya.

Tak ada yg mengetahui ada apa di atas sana karena kubah itu menghalangi kita, mungkin ada alien.

Asal mula teori kubah mengacu kepada ayat yg menyebutkan Tuhan memasang "lengkung langit" di atas Bumi. Beragam teori tentang apa yg ada di balik kubah itu bermacam-macam, ada yg menduga samudra raksasa atau kehampaan yg luas.

Banyak orang menyampaikan bahwa matahari dan atmosfer berada di dalam kubah itu, bahkan kubah dianggap sebagai pemegang kedudukan atmosfer, bukan gravitasi.

Hampir seluruh pencinta teori ini sepakat bahwa apapun yg di luar sana bukanlah angkasa luar yg kalian kenal. Bahkan ada teori yang lain yg menyebutkan bahwa hologram diproyeksikan ke permukaan kubah itu sehingga menampilkan pemandangan angkasa yg kalian lihat tiap malam.

Lalu, siapa yg menempatkan hologram itu di sana? Bagaimana caranya dan buat apa? Jawabannya pun disederhanakan pada beberapa hal: paranoia dan alien.

Teori yg lebih meluas adalah bukan langit itu yg yaitu hologram, tetapi bulan lah yg yaitu hologram. Cukup banyak video diunggah tentang bulan yg "tergelincir" atau "meleleh".

Tapi, penjelasannya tak berkaitan dengan dampak atmosferik, kerusakan kamera, distorsi video, ataupun penjelasan yang lain yg masuk akal.

(Sumber erasmus-sun.eu)

Beberapa orang menyebutnya Benda Bayangan (Shadow Object) atau ada yg menyebutnya Nega Moon. Tak ada yg mengetahui apa itu, tetapi dianggap menyebabkan gerhana bulan.

Secara tradisional, gerhana bulan terjadi saat matahari, Bumi, dan bulan berada segaris. Bumi ada di tengah-tengah sehingga bayangannya mengenai permukaan bulan.

Tapi, seandainya matahari cuma berjarak dua kilometer dan Bumi datar, maka hal itu tak dapat terjadi. Karena itu, diciptakanlah suatu benda yg disebut Shadow Object tadi--suatu benda misterius yg terus berada di langit.

Secara periodik, Benda Bayangan itu melintas di depan bulan dan menyebabkan gerhana. Kadang-kadang benda itu disebutkan sebgai versi yang lain dari bulan yg biasanya tersamar karena silaunya cahaya matahari.

Beberapa pendapat yang lain menyampaikan bahwa benda itu sebagai "kekelaman" tempat bulan keluar dan masuk. Lagi-lagi, bulan dipandang sebagai hologram.

(Sumber Flat Earth Society)

Dalam dua tahun terakhir, teknologi roket sudah meningkat pesat. Pada Desember 2015, SpaceX berhasil mendaratkan tahap pertama roket Falcon 9 setelah membawa suatu muatan satelit ke orbit.

Pada Januari 2016, Blue Origin mentuntaskan pendaratan ke beberapa dengan roket mereka sendiri, New Shephard.

Bagi para pencinta Bumi Datar, pencapaian roket-roket itu mustahil. Bagi mereka, roket subortbit seperti Falcon dan Shephard maupun roket orbit penuh seperti roket pemasok ISS, semuanya dianggap tak meluncur secara vertikal, melainkan mengikuti lintasan yg dikenal sebagai tikungan gravitasi.

Ketika meninggalkan landasan peluncuran, roketnya bergerak lurus ke atas. Tapi, gravitasi melawan daya dorong roket itu. Sehingga, agar roket dapat naik, ia mulai melenceng sedikit agar gravitasi menarik roket mendekati posisi mendatar sambil mendekati garis Karman.

Garis Karman adalah titik di mana atmosfer Bumi secara teknis berubah menjadi angkasa, sekitar 100 kilometer di atas sana. Teknik ini berguna menghemat bahan bakar, karena roket memakai bagian besar bahan bakarnya bagi akselerasi ke kecepatan orbit ketika sebelum sampai di garis Karman.

Tapi, seandainya orang mengamati ini dari permukaan Bumi, roket itu seakan melintas melengkung sepanjang dasar langit-langit kaca. Menurut pencinta teori Bumi Datar, lengkungan lintasan itu yaitu bukti bahwa roket tak mampu menembus hingga ke luar angkasa.

Roket A V-2 A4 buatan Jerman yg berhasil menjangkau luar angkasa (Wikimedia)

Menurut pandangan FES, NASA adalah sekumpulan orang-orang jahat, lengkap dengan kisah Freemasons, Illuminati, manusia kadal, dan kekuatan-kekuatan setan. Yang lebih jahat lagi adalah orang-orang yg mengendalikan NASA, diduga kaum Nazi.

Mari kembali ke tahun 1940-an. Perang Dunia II sedang pada puncaknya dan seorang insinyur muda bernama Wernher von Braun membangun roket bagi kepentingan Nazi, termasuk V-2 yg membawa bencana ke London pada 1944.

Setelah menyerah kepada Sekutu pada 1945, von Braun dipekerjakan di Angkatan Darat Amerika Serikat dan menjadi tokoh utama program angkasa AS, termasuk penciptaan roket Saturn V yg launching Appolo.

Sejak ketika itu, NASA menyebutnya "ilmuwan roket terhebat sepanjang sejarah."

Sejak ketika itu, bermunculanlah kemajuan-kemajuan teknolgoi dalam sejarah dan kesempatan bagi memasuki dunia-dunia baru.

Tapi, buat para pencinta teori Bumi Datar, NASA tak lebih daripada "sekumpulan pembohong profesional, ilmuwan palsu, Freemason, dan Mormon." Bahkan, nama "Apollo" pun dianggap sekedar nama yang lain buat setan.



Source : liputan6.com

Terimakasih sudah membaca: 10 Teori Konspirasi Para Penganut Keyakinan 'Bumi Itu Datar'

idaraya

Share this

Berkomentarlah yang baik sopan dan relevan,jangan menyimpang dari topik !!!

list emo
Terimakasih atas komentar Anda di " 10 Teori Konspirasi Para Penganut Keyakinan 'Bumi Itu Datar' "