idaraya

14-1-1975: Penculikan Sadis Ahli Waris Perusahaan Bus Inggris

14-1-1975: Penculikan Sadis Ahli Waris Perusahaan Bus Inggris

Shropshire -, Seorang perempuan berusia 17 tahun, Lesley Whittle, diculik ketika tengah tidur di rumahnya di Shropshire, Inggris, pada 14 Januari 1975.

Lesley yaitu ahli waris pelopor perusahaan bus swasta terbesar di Inggris, Whittle Coaches. Ayahnya, George Whittle, memberi warisan sebesar 82.000 pound sterling.

Baca Juga

24-11-1993: Vonis Bersalah Bagi 2 Bocah Pelaku Pembunuhan Sadis 13-11-1995: Geger Pesta Ultah Anak Polisi yg Berujung Maut Ikat Perempuan Seperti 'Anjing', Pria Sadis Ini Diperkarakan

Setelah menyadari Lesley diculik, ibu dan saudara laki-lakinya, Ronald, langsung menghubungi polisi. Mereka melaporkan bahwa si penculik meminta tebusan sebesar 50.000 pound sterling.

Ronald pun mengikuti petunjuk penculik buat menaruh uang ke kotak telepon dan menunggu instruksi selanjutnya di sana. Dilansir BBC On This Day, ia terlambat tiba ke sana, sehingga tidak ada seorang pun yg menemuinya.

Ratusan polisi dikerahkan bagi menjelajahi kawasan tersebut dalam mencari petunjuk. Mereka juga melakukan penyelidikan door-to-door dan mengerahkan anjing pelacak.

Polisi mengatakan, pihaknya memperlakukan permintaan tebusan itu sebagai berita yg tidak benar. Namun, mereka masih berharap mampu menemukan Lesley dalam kondisi hidup.

Kekasih Lesley mengatakan, penculikan adalah satu-satunya penjelasan yg memungkinkan buat menjelaskan kepergiannya.

Dua bulan kemudian, yakni pada Maret 1975, jasad Lesley ditemukan tanpa busana dan tergantung dengan kawat di bawah lubang saluran di Bathpool Park, Staffordshire.

Setelah dikerjakan post-mortem, diketahui bahwa penyebab tewasnya Lesley diakibatkan bukan karena cekikan, namun akibat vagal inhibition--kondisi yg menyebabkan kematian mendadak karena trauma ringan atau sederhana--yang dipicu oleh lilitan kawat di lehernya.

Pada Desember 1975, beberapa petugas kepolisian melihat seorang pria yg bertindak mencurigakan di Mansfield. Pria itu adalah Donald Neilson, yg dikenal sebagai Black Panther, perampok kantor pos yg dikenal karena menggunakan balaclava.

Polisi menemukan bahwa sidik jari Neilson sama dengan sidik jari yg di temukan di lubang saluran tempat jasad Lesley ditemukan.

Neilson pun dihukum dan diberikan lima hukuman penjara seumur hidup pada Juli 1976 atas pembunuhan Lesley Whittle dan tiga pekerja kantor pos.

Kisah Lesley mengingatkan dengan perkara penculikan cucu triliuner pemilik Getty Oil Company, J. Paul Getty III.

Penculik Getty III meminta uang tebusan US$ 17 juta atau Rp 207 miliar. Karena uang tebusan itu tidak kunjung dibayar, mereka memotong telinga Getty III dan mengirimkannya ke sebuah koran di Roma.

Karena keluarga korban tetap bergeming, akhirnya para penculik mengurangi tuntutan mereka menjadi sekitar US$3 juta atau Rp 36,5 miliar.

Menurut buku tahun 1995 berjudul Painfully Rich: The Outrageous Fortune and Misfortunes of the Heirs of J. Paul Getty karya John Pearson, Getty I akhirnya membayar US$ 2,2 juta atau sekitar Rp 26,7 miliar. Sementara ayah Getty III, Getty II membayar sisanya, meminjam dari sang ayahnya. Itu pun dengan bunga sebesar 4%.

Remaja yg kekurangan gizi, dalam keadaan memar dan hilang telinga itu kemudian dibebaskan pada 15 Desember. Ia ditemukan di sebuah stasiun yg tidak lagi digunakan, menggigil ketika hujan badai.

Sembilan pria akhirnya ditangkap. Dua orang dinyatakan bersalah dan dibui. Yang lain, termasuk kepala mafia Calabria dan dalang di balik penculikan itu, dibebaskan karena kurangnya bukti.

Selain kisah penculikan Lesley, pada 14 Januari 1994, terjadi sejarah besar di Inggris. Seorang anggota kerajaan Inggris, Katharine, Duchess of Kent menetapkan pindah agama.

Kejadian yaitu yg pertama terjadi sejak lebih dari 300 tahun lalu.

Katherine yg tadinya Kristen memilih memeluk Katolik. Ia resmi menjadi Katolik setelah menggelar upacara keagamaan tertutup, yg dikerjakan Uskup Agung Westminster, Cardinal Basil Hume.

Selain itu aktris yg juga penyanyi serta model terkenal yang berasal AS, Marilyn Monroe, menikah bagi kedua kalinya. Simbol seks Abad ke-20 itu menikah dengan atlet baseball, Joe DiMaggio.



Source : liputan6.com

Terimakasih sudah membaca: 14-1-1975: Penculikan Sadis Ahli Waris Perusahaan Bus Inggris

idaraya

Share this

Berkomentarlah yang baik sopan dan relevan,jangan menyimpang dari topik !!!

list emo
Terimakasih atas komentar Anda di " 14-1-1975: Penculikan Sadis Ahli Waris Perusahaan Bus Inggris "