Praha -, Beberapa bulan lalu, Presiden Ceko, Milos Zeman membuat permintaan tidak biasa. Ia mendesak warga bagi mempersenjatai diri terhadap kemungkinan "super-Holocaust" yg dikerjakan oleh militan muslim.
Di negara itu terdapat sekitar 4.000 warga muslim dari 10 juta orang penduduk. Pembelian senjata pun melonjak. Salah sesuatu pemilik toko di East Bohemia mengatakan, masyarakat takut dengan "gelombang Islamis."
Baca Juga
10 Prediksi Mengerikan Ini Bakal Terjadi pada 2017? 10 Warisan Perang Dunia yg Tak Disadari Manusia Lithuania Mulai Bersiap-Siap Hadapi Serangan Rusia?Saat ini Kementerian Dalam Negeri Ceko tengah mendorong perubahan konstitusi yg memungkinkan warga memiliki senjata bagi melawan teroris.
Para pendukung perubahan ini mengatakan, kepemilikan senjata mampu menyelamatkan nyawa seandainya terjadi serangan sementara polisi terlambat mencapai tempat kejadian.
Agar produk hukum tersebut sah, parlemen harus menyetujui rancangan undang-undang. Dan hasilnya mulai diketahui dalam dua bulan mendatang. Demikian seperti dilansir The Washington Post, Sabtu, (7/1/2017).
Republik Ceko ketika ini sudah memiliki sejumlah kebijakan senjata paling toleran di Eropa. Setidaknya terdapat 800.000 senjata api yg terdaftar dan 300.000 orang berlisensi.
Mendapat senjata di Ceko disebut relatif mudah. Warga harus berusia 21 tahun, melewati ujian pemeriksaan senjata, dan tak memiliki catatan kriminal.
Secara hukum, warga Ceko bisa memakai senjata bagi melindungi barang-barang mereka atau dalam keadaan bahaya lainnya.
Meski demikian mereka harus mampu membuktikan bahwa bahaya yg mengancam nyata.
Kebijakan Ceko ini membuatnya bertentangan dengan sebagian besar tetangga-tetangganya di Eropa yg sejak lama mendukung kontrol ketat senjata.
Serangan teror 2015 di Paris, Prancis bahkan mendorong Uni Eropa memberlakukan aturan yg lebih ketat.
Komisi Eropa menyerukan larangan penjualan senjata seperti Kalashnikov atau AR-15 yg ditujukan bagi kegunaan militer. Majalah yg mengulas amunisi pun mulai dibatasi.
Ceko melawan keras aturan tersebut. Pejabat negara itu memperingatkan, agak menakutkan membatasi kemampuan negara buat membangun sistem keamanan internal dan membuat nyaris tak mungkin bagi melatih tentara cadangan.
Dan larangan total pada senapan militer mulai membuat ribuan senjata yg telah dimiliki warga Ceko ilegal. Selain itu, aturan ini berpotensi pula menciptakan pasar gelap yg bisa dieksploitasi teroris.
Setelah diperdebatkan selama berbulan-bulan, Uni Eropa mulai mengumumkan hasil akhirnya pada musim semi ini. Dan semua anggota memiliki waktu 15 bulan buat mematuhi pembatasan senjata baru.
Nantinya, penjualan senjata militer mulai dilarang. Dan segala pembeli harus melalui tes psikologis agar dapat membeli senjata.
Jika seorang pembeli gagal melalui tes psikologis maka datanya mulai disebar ke segala negara anggota Uni Eropa sehingga ia tak dapat membelinya di tempat lain. Penjualan senjata online pun mulai sangat dibatasi.
Republik Ceko yaitu satu-satunya negara yg menentang aturan tersebut karena terlalu ketat. Sementara Luxembourg juga menolak, namun dengan alasan aturan tersebut terlalu lemah.
Aturan baru ini menandai bahwa hukum kepemilikan senjata di Ceko pun mulai menjadi lebih ketat. Semua pembeli mulai diminta buat melakukan tes psikologis meskipun belum diketahui bagaimana nasib pemilik senjata "ilegal."
Source : liputan6.com
Terimakasih sudah membaca: Ceko Serukan Warganya Miliki Senjata Api, Mengapa?

Berkomentarlah yang baik sopan dan relevan,jangan menyimpang dari topik !!!