Pekanbaru -, Gubuk-gubuk diduga milik perambah hutan kawasan Taman Nasional Tesso Nilo (TNTN), Provinsi Riau, masih ditemukan berdiri kokoh. Di sekelilingnya terdapat kaplingan tanah yg telah ditumbuhi sawit dan tersusun rapi.
Kondisi tersebut dipotret helikopter macam Puma yg diterbangkan dari Pangkalan TNI Angkatan Udara (Lanud) Roesmin Nurjadin, Pekanbaru, Riau, Kamis, 12 Januari 2017. Selain sawit, pilot juga menemukan lahan yg dibakar di sekitar kebun sawit bagi membuka lahan baru di kawasan Taman Nasional Tesso Nilo.
Menurut Kepala Dinas Operasional Lanud Roesmin Nurjadin Pekanbaru Kolonel Pnb Firman, helikopter menemukan gubuk dan lokasi kebakaran lahan di beberapa lokasi.
"Pada lokasi pertama dan kedua ditemukan areal yg terbakar dan kelihatan gubuk-gubuk di sekitarnya. Ada juga perkebunan sawitnya," ucap Firman.
Firman menyebutkan, patroli ini dikerjakan berdasarkan perintah Komandan Lanud Roemin Nurjadin Pekanbaru Marsekal Pertama TNI Hendri Alfiandi. Perintah ini terkait kemunculan titik api yg terpantau satelit Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) dalam dua hari terakhir.
"Perintah dari Komandan Lanud buat mengantisipasi terjadinya kebakaran," ujar Firman.
Sebelumnya, Komandan Lanud Roesmin Nurjadin Pekanbaru Hendri Alfiandi menyatakan kawasan TNTN menjadi fokus patroli. Pasalnya di kawasan hutan konservasi ini masih banyak terdapat perambah dengan cara membakar.
"Nantinya kalau ada kelihatan orang dan pondok di TNTN, kami mulai lakukan operasi," kata Hendri.
Selama ini, aksi perambahan kawasan Tesso Nilo bagi dijadikan perkebunan sawit terungkap berdasarkan pantauan dari udara. Hanya saja saat petugas menggelar operasi darat, pondok-pondok di dalam kawasan hutan lindung itu telah kosong. Di lokasi cuma ditemukan jeriken dan perkakas penebang hutan yg kemudian dibakar petugas.

Adapun kawasan Taman Nasional Tesso Nilo adalah rumah untuk 360 flora terbagi dalam 165 marga dan 57 suku. Termasuk pula di dalamnya 107 macam burung, 23 macam mamalia, tiga macam primata, 50 macam ikan, 15 macam reptilia, dan 18 macam binatang amfibi.
Tercatat pada 19 Juli 2004, kawasan Tesso Nilo dijadikan tanaman nasional dengan areal seluas 38.576 hektare. Namun pada 19 Oktober 2009, taman nasional tersebut diperluas menjadi 83.068 hektare.
Namun banyaknya warga yg menetap di dalam kawasan hutan lindung ini terancam keberlangsungan sebagai taman nasional. Sebagian besar warga yg tinggal di dalam kawasan TNTN mengganti hutan alam menjadi kebun sawit.
Pengelola Balai Taman Nasional Tesso Nilo di Provinsi Riau mengklaim, sekitar 5.000 hektare lahan sudah memiliki Sertifikat Hak Milik (SHM) dan beralih fungsi. Total lebih dari 53.000 hektare hutan alam di kawasan tersebut telah dirambah.
Sementara, data dari penggiat lingkungan World Wildlife Fund for Nature (WWF) Riau mencatat, sejak 2004 hingga 2015 telah terdapat 74 ekor gajah mati di sekitar Taman Nasional Tesso Nilo.
Source : liputan6.com
Terimakasih sudah membaca: Gubuk-Gubuk Perambah Masih Kokoh Berdiri di Tengah Hutan Lindung

Berkomentarlah yang baik sopan dan relevan,jangan menyimpang dari topik !!!