Jakarta, Memperingati Hari Bumi 22 April mendatang, Sanggar Fortune gelar Festival Daur Ulang di One Belpark Mall, Jakarta Selatan. Tujuannya bagi menumbuhkan kecintaan anak-anak terhadap kelestarian bumi sejak dini melalui edukasi pengelolaan sampah dengan kreatif.
Festival daur ulang ini juga menjadi wadah ekspresi peduli lingkungan melalui seni dan kreasi dari komunitas dan individu yg memiliki kepedulian terhadap bumi.
Baca Juga
Mabesikan, Seni yg Menjadi Solusi Permasalahan Masyarakat Yuk Datang ke ICN di Universitas Prasetiya Mulya “Nusasvara” Promosikan Ekonomi Kreatif dan Budaya IndonesiaKarena ketika ini keadaan bumi makin hari makin memburuk, terutama dikotori oleh sampah. Riset Kementerian Lingkungan Hidup menyebutkan, jumlah timbunan sampah di Indonesia sudah mencapai 175.000 ton/hari atau setara 64 juta ton/tahun. Tantangan terbesar pengelolaan sampah adalah penanganan sampah plastik yg tak ramah lingkungan karena membutuhkan waktu hingga ratusan tahun bagi bisa terurai.
:strip_icc():format(jpeg)/liputan6-media-production/medias/1567692/original/076258900_1492303743-16042017-sanggar-fortune1.jpg)
Mirisnya, Indonesia justru berada di peringkat kedua dunia penghasil sampah plastik ke laut yg mencapai sebesar 187,2 juta ton setelah Tiongkok yg mencapai 262,9 juta ton.
“Berangkat dari keprihatinan tersebut, kita selenggarakan Festival Daur Ulang ini sebagai sarana ekspresi dan edukasi masyarakat agar lebih kreatif dalam menangani sampah kering dan mendorong perilaku 3R merupakan reduce (mengurangi), reuse (menggunakan kembali), dan recycle (mendaur ulang),” papar Gita Galantari, Marketing & Corporate Communication Manager Fortune Indonesia.
Selain mendaur ulang sampah menjadi busana yg bisa dipamerkan dalam lomba fashion show, Festival Daur Ulang juga menampilkan produk-produk kreatif berbahan dasar sampah daur ulang.
Dalam acara ini, sampah juga ditampilkan sebagai alat musik perkusi yg dibawakan oleh Kremmasi IISIP. “Para mitra kita sudah membuktikan bahwa sampah-sampah ini dapat disulap menjadi satu yg lebih bermanfaat bahkan bernilai ekonomi,” pungkas Gita.
:strip_icc():format(jpeg)/liputan6-media-production/medias/1567691/original/074071300_1492303743-16042017-sanggar-fortune.jpg)
“Mayoritas peserta dalam Festival Daur Ulang adalah anak-anak usia dini yg tengah berada di golden age period. Usia tersebut adalah waktu yg ideal untuk anak buat mempelajari berbagai jenis keterampilan dan membentuk kebiasaan-kebiasaan yg mulai berpengaruh pada masa-masa kehidupan selanjutnya.
Kami berharap kegiatan ini bisa mencetak generasi yg milik rasa cinta dan kepedulian yg tinggi terhadap lingkungan,” ungkap Miranty Abidin, Founder Yayasan Sanggar Fortune.
Festival Daur Ulang terselenggara berkat dukungan dari Amazing City, Fortune Indonesia, Rajawali Corpora, Rajawali Foundation, Bank Sampah My Darling, Batu Gunting Kertas, Food Bank of Indonesia, Paper Jewwlry, Dwidaya Tour, Happy Dental, juga One Belpark Mall.
**Ingin berbagi keterangan dari dan buat kami di Citizen6? Caranya mampu dibaca di sini
**Ingin berdiskusi tentang topik-topik menarik lainnya, yuk berbagi di Forum Liputan6
Source : liputan6.com
Terimakasih sudah membaca: Hari Bumi, Sanggar Fortune Gelar Festival Daur Ulang

Berkomentarlah yang baik sopan dan relevan,jangan menyimpang dari topik !!!