Pekanbaru -, Hampir tiga tahun tak milik wakil gubernur, akhirnya jabatan orang nomor beberapa di Provinsi Riau terisi setelah melalui proses alot di gedung DPRD Riau, Jalan Jenderal Sudirman, Pekanbaru. Pemilihan dikerjakan beberapa putaran setelah pemilihan secara segera oleh anggota DPRD pada putaran pertama berakhir imbang.
Proses pemilihan diikuti 62 anggota DPRD yg hadir, sedangkan taiga nggota tak mampu memberikan hak suara karena berhalangan hadir. Pada pemilihan pertama ini, beberapa calon Wakil Gubernur Riau, yakni Ruspan Aman dan Wan Thamrin memperoleh suara sama, merupakan 31-31.
Pemilihan ini juga dipantau ketat Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK). Sejumlah anggota lembaga anti rasuah itu kelihatan mengamati proses pemilihan hingga putaran kedua, dan akhirnya terpilih Wan Thamrin sebagai Wakil Gubernur Riau dengan perolehan 40 suara.
Wan Thamrin yaitu politisi Golkar dan pernah menjabat sebagai Wakil Bupati Rokan Hilir. Dia juga sesuatu partai dengan Gubernur Riau Arsyadjuliandi Rachman. Wan Thamrin memang diidamkan-diidamkan oleh orang nomor sesuatu di Bumi Lancang Kuning itu buat menjadi wakilnya.
Setelah pemilihan ini, selanjutnya Pemerintah Provinsi Riau mengirimkan surat ke Menteri Dalam Negeri terkait pelantikan Wan Thamrin sebagai Wakil Gubernur Riau.
Arsyadjuliandi Rachman usai pemilihan merasa bersyukur semuanya mampu berjalan lancar. Diapun berterimakasih kepada anggota DPRD yg secara terbuka melakukan pemilihan.
Dia menyebut terpilihnya Wan Thamrin memberikan energi baru untuk dirinya buat menjalankan roda pemerintahan di Riau. Dia berharap mampu menyelesaikan tugasnya memimpin Riau hingga tahun 2019.
"Tidak ada kalah menang dalam pemilihan ini karena yg dicalonkan itu yaitu orang-orang pilihan yg mampu dipercaya menolong aku menjalankan roda pembangunan," kata pria yg biasa disapa Andi itu.
Sementara menurut pejabat Fungsional Pendidikan dan Pelayanan Masyarakat (Dikyanmas) Bidang Pencegahan KPK, Anto Ikayadi, pemantauan pemilihan dilakukannya buat mengantisipasi terjadinya politik uang di kalangan anggota DPRD Riau.
Menurut Anto, politik uang mampu saja terjadi seandainya tak dipantau secara ketat. Termasuk adanya politik transaksional atau deal-dealan di setiap fraksi yg ada di DPRD.
"Semuanya berpotensi terjadi dalam pemilihan," kata Anto.
Anto menyebut KPK telah menugaskan tim Kordinasi Supervisi Pencegahan (Korsupgah) di Riau bagi memantau dan mengingatkan setiap anggota DPRD Riau supaya tak terjadi kecurangan.
Setelah pemilihan berlangsung, Anto menyebut anggota DPRD Riau dan Pemerintahan Provinsi Riau telah akan mempunyai semangat integritas sehingga hal-hal yg dikhawatirkan tak bakal terjadi.
"Kita tahu bersama semangat integritas telah dimulai, sehingga mampu menangkal semuanya," kata.
Posisi Wakil Gubernur Riau kosong setelah Annas Maamun (Gubernur Riau ketika itu) ditangkap KPK. Posisi Annas kemudian digantikan Andi yg ketika itu menjabat Wakil Gubernur Riau.
Alhasil, sejak Andi naik jadi gubernur sampai tiga tahun lamanya Riau tak memiliki wakil gubernur.
Source : liputan6.com
Terimakasih sudah membaca: Pemilihan Dipantau KPK, Siapa Wakil Gubernur Riau Terpilih?

Berkomentarlah yang baik sopan dan relevan,jangan menyimpang dari topik !!!