Purbalingga -, Sroto sebenarnya sebutan untuk soto oleh orang 'panginyongan' di Purbalingga, Jawa Tengah. Tak cuma penyebutannya yg unik, soto di wilayah ini juga memiliki racikan yg unik.
Jika lazimnya semangkok soto cuma kuah berisi bihun, toge, irisan daun bawang, irisan daging, sambal serta kerupuk ditambah nasi atau kupat, warga Purbalingga justru menghilangkan bihun dengan daging kelapa muda sebagai ciri khas sroto mereka.
Semakin unik karena soto atau sroto disajikan dalam batok kelapa muda yg masih lengkap dengan sabutnya. Jadilah Sroto Kelapa Muda atau yg tenar disingkat dengan Sroto Klamud.
Menu kreatif itu hasil karya Hadiyah Rubi Wahyuni atau yg biasa dipanggil Yuni. Selain mangkoknya yg unik dan daging kelapa muda, racikannya selebihnya sama dengan sroto khas Banyumasan pada umumnya, merupakan potongan ketupat, daun bawang, potongan daging (bisa memilih daging ayam kampung atau sapi), sambal kacang kemudian disiram dengan kuah dan ditaburi bawang goreng.
Bihun yg diganti dengan kelapa muda yg menjadi kunci kekhasan kuliner sesuatu ini. Daging kelapa muda telah dikukus terlebih lalu bagi menghilangkan rasa mentahnya agar mampu nyambung dengan baik. Hasilnya, Sroto Klamud lebih enak dan memberikan cita rasa unik karena teksturnya lebih kenyal dan segar.
Dari mana datangnya inspirasi Yuni menemukan menu itu? Ceritanya juga sederhana. Suatu hari, ayahnya memetik kelapa muda buat cucu-cucunya dan ternyata sisanya banyak.
Akhirnya, Yuni yg memang telah lama menggeluti kuliner, coba berkreasi membuat soto dengan kelapa muda. Hasil buatannya kemudian dibagikan ke tetangga.
"Ternyata anak-anak tetangga suka banget. Beberapa kali aku mencoba dan sempurnakan agar semakin diterima di lidah dan kemudian memberanikan diri membuka usaha Sroto Klamud ini dan dari awal aku bertekad membuka usaha tanpa meminjam uang," ujar Yuni berkisah kepada , dua waktu lalu.
Usahanya berkembang pesat. Sroto Klamud langsung membetot perhatian masyarakat luas. Keunikan dan keenakannya menjadikan Sroto Klamud salah sesuatu kuliner favorit di Kota Knalpot itu.
Gerai yg terletak agak ‘mblusuk’ di Desa Toyareja, tidak menghalangi pengunjung tiba merubungi. Tak cuma dari Purbalingga juga berbagai kota di sekitarnya.
Untuk merasakan menu ‘Mak Nyong’ itu tidak menguras kantong kok. Harga sesuatu porsinya cuma Rp 18 ribu. Kalau mau tetap dengan mangkok biasa, Yuni juga menyediakan dengan harga Rp 15 ribu. Ada juga sroto original yg tidak memakai kelapa muda dengan banderol hanya Rp 10 ribu.
Tak cuma berinovasi di bidang soto, Yuni juga berkreasi bagi membuat minuman khas pendamping Sroto Klamud. Salah sesuatu menu andalanya adalah Es Jondol akronim dari Es Kacang Ijo Cendol. Berbeda dengan cendol pada umunya, Jondol terbuat dari ekstrak kacang hijau, kuahnya pun bukan santan mulai tapi susu.
Dengan paduan yg sangat serasi, Sroto Klamud dan Es Jondol sayang dilewatkan Anda seandainya sedang bertandang ke Purbalingga.
Source : liputan6.com
Terimakasih sudah membaca: Sensasi Kenyal-Kenyal Empuk Sroto Kelapa Muda Khas Purbalingga

Berkomentarlah yang baik sopan dan relevan,jangan menyimpang dari topik !!!