idaraya

Warganya Dilarang Masuk AS, Ini Reaksi 6 Negara Muslim

Warganya Dilarang Masuk AS, Ini Reaksi 6 Negara Muslim

Washington DC-, Belum lagi genap 10 hari memerintah, Presiden Amerika Serikat Donald Trump telah memicu kontroversi sengit. Ia mengeluarkan perintah eksekutif (executive order) yg melarang sementara para pengungsi dan pendatang dari tujuh negara yg mayoritas penduduknya adalah muslim.

Negara-negara tersebut adalah Suriah, Iran, Irak, Sudan, Libya, Somalia, dan Yaman.

Baca Juga

Menentang Donald Trump, Ribuan Orang Demo Gedung Putih Mark Zuckerberg pada Donald Trump: AS adalah Bangsa Imigran Pelari Mo Farah: Donald Trump Membuatku Seakan Jadi Alien

Kebijakan Trump menuai kecaman. Para demonstran berdatangan ke sejumlah bandara di AS, tempat para penumpang dari negara-negara terdampak ditahan.

Perdana Menteri Inggris, Theresa May, seakan ragu merespons kebijakan tersebut. Usai rapat empat mata yg sukses dengan Presiden AS, ia mengaku "tak sepakat" dengan apa yg dikerjakan Donald Trump.

Kritik tajam juga tiba dari para tokoh di bidang teknologi. Bos Facebook, Mark Zuckerberg, mengingatkan bahwa AS adalah bangsa imigran.

Sementara pelari Inggris, Mo Farah, khawatir ia tidak mampu pulang ke rumahnya di Oregon, AS.

"Donald Trump membuatku seakan jadi alien," kata atlet keturunan Somalia itu.

Lantas, bagaimana respons enam negara yg warganya jadi subjek kebijakan Donald Trump? Berikut di antaranya, seperti kutip dari Guardian, Senin (30/1/2017).

Menteri Luar Negeri Iran, Javad Zarif, via Twitter mengatakan, kebijakan Donald Trump adalah "hadiah besar" buat para ekstremis.

Ia menambahkan, diskriminasi kolektif yg sedang dikerjakan AS justru tidak mengurangi amunisi organisasi teroris bagi merekrut para pengikut anyar.

Sementara itu, pernyataan resmi Pemerintah Iran menyebut, larangan tersebut adalah penghinaan untuk dunia Muslim.

Teheran juga memperingatkan, tindakan balasan mampu jadi diberlakukan pada para pemegang paspor AS -- yg berarti perjalanan warga Amerika ke Iran mulai dibatasi.

Hubungan Iran-AS berlangsung dingin selama bertahun-tahun. Presiden AS Jimmy Carter menetapkan hubungan dengan Teheran pada 1980, menyusul krisis sandera Iran.

Pemerintah Irak mengatakan, mereka memahami motif keamanan di balik keputusan Donald Trump membatasi kedatangan warga dari tujuh negara, termasuk Irak.

Namun, Baghdad menggarisbawahi "hubungan khusus" antara AS-Irak yg layak jadi pertimbangan.

Juru bicara pemerintah Saad al-Hadithi mengatakan, Irak berharap perintah eksekutif tersebut tidak mempengaruhi upaya memperkuat dan mengembangkan hubungan bilateral antara Irak dan Amerika Serikat.

Dua anggota parlemen Irak mengatakan, mereka berencana melobi pembatasan tersebut, dengan menyatakan bahwa kedua negara perlu mempertahankan aliansi mereka melawan ISIS

"Irak berada di garis depan melawan terorisme. Tak adil seandainya Irak diperlakukan dengan cara seperti ini," kata komite hubungan internasional parlemen Irak.

"Kami meminta pemerintah Irak bagi membalas keputusan yg diambil oleh pemerintah AS."

Pernyataan keras juga tiba dari juru bicara Popular Mobilisation, koalisi  kelompok paramiliter Irak yg memerangi ISIS.

Mereka menyerukan pemerintah Irak buat melarang warga AS memasuki negara itu dan mengusir mereka yg ketika ini masih ada di wilayah Irak.

Ribuan tentara AS tetap berada di Irak setelah invasi 2003. Pengungsi Irak yg sudah diterima ke AS dalam dekade terakhir.

Semuanya melalui pemeriksaan yg meluas, yg melibatkan wawancara dan pengecekan latar belakang. Banyak dari mereka yg bekerja buat militer atau pemerintah AS.

Suriah masih didera krisis kemanusiaan, yg terancam mencapai level kritis. Maka tidak heran seandainya Pemerintahan Presiden Bashar al-Assad belum merilis pernyataan terkait perintah eksekutif Donald Trump. Hampir 5 juta orang sudah mengungsi dari Suriah sejak perang saudara pecah. Sementara, 12.587 di antaranya datang di AS sebagai pengungsi. Keputusan Trump memicu penghentian program penempatan pengungsi Suriah di AS. Ini disebut oleh PBB dan International Organisation for Migration, sebagai yg paling mendesak di dunia.

Trump diharapkan meninjau kembali keputusannya, atau setidaknya menyediakan "zona aman" di Suriah bagi mereka yg rentan di negara itu.

Pemerintah Yaman belum mengeluarkan pernyataan. Namun, kedutaan Yaman di Washington mengunggah peringatan di Facebook bagi warga mengenai larangan perjalanan ke AS, dan menasihati mereka bagi tak melakukan perjalanan ke atau dari Amerika.

Yaman berada di tengah perang saudara -- di mana AS melancarkan serangan drone terhadap target Al Qaeda di negara tersebut, yg juga menewaskan penduduk sipil maupun warga AS.

Minggu kemarin, seorang tentara tewas. Ia menjadi yg pertama gugur pada masa kepemimpinan miliarder nyentrik itu. Serdadu itu tewas dalam upaya penyerangan ke Al Qaeda.

Sejauh ini, negara tak sudah merilis pernyataan resmi dalam menanggapi larangan tersebut.

Libya ketika ini diketahui sudah hancur oleh perang saudara. Negara itu kini tak memiliki pemerintah pusat yg berfungsi.



Source : liputan6.com

Terimakasih sudah membaca: Warganya Dilarang Masuk AS, Ini Reaksi 6 Negara Muslim

idaraya

Share this

Berkomentarlah yang baik sopan dan relevan,jangan menyimpang dari topik !!!

list emo
Terimakasih atas komentar Anda di " Warganya Dilarang Masuk AS, Ini Reaksi 6 Negara Muslim "