idaraya

Pengakuan Mengejutkan Perekrut TKI Ilegal yang Tewas di Malaysia

Pengakuan Mengejutkan Perekrut TKI Ilegal yg Tewas di Malaysia

Kupang -, Yasmin Ndun (25), warga Desa Tupan, Kecamatan Batu Putih, Kabupaten Timor Tengah Selatan (TTS), Nusa Tenggara Timur (NTT) kini mendekam di penjara karena perkara TKI ilegal. Pria yg kini berstatus terdakwa karena tengah menjalani persidangan.

Dia mengakui sebagai orang pertama yg merekrut TKI ilegal yang berasal Desa Tupan, Yufrida Selan, yg meninggal di Malaysia dua waktu lalu.

"Iya, aku yg pertama merekrut Yufrida, karena ketika itu dia meminta bantuan ke aku buat mencari pekerjaan," ujar Yasmin kepada , ketika ditemui di ruangan tahanan Pengadilan Negeri Klas 1A Kupang, Senin,  6 Februari 2017. 

Menurut Yasmin, ketika merekrut Yufrida, dia tak mengetahui kalau Martha Kaligula yaitu perekrut para TKI ilegal. Martha sendiri juga telah jadi tersangka perkara ini.

"Saya kenal Martha juga dari teman yg kasih nomor ponsel. Katanya kalau ada yg mau butuh pekerjaan silahkan hubungi Martha, aku tak tahu seandainya dia merekrut Yufrida ke Malaysia," kata Yasmin.

Awalnya, setelah menelepon Martha, Yasmin diminta buat mengantar Yufrida ke rumahnya Marhta di Kelurahan Oesapa, Kota Kupang. Setelah datang di rumah Martha,  Yufrida dinyatakan diterima sebagai tenaga kerja.

Yasmin juga mengaku diberi uang sebesar Rp 500 ribu sebagai uang terima kasih oleh Martha. "Saat itu, ibu Martha menyampaikan kalau Yufrida mulai bekerja sebagai pembantu rumah tangga di rumahnya dia," kata Yasmin.

Setelah lewat sesuatu tahun, lanjut dia, Yasmin ditelepon Martha yg menyuruhnya bagi langsung lari. Saat itu, pihak kepolisian hendak menangkapnya sebagai perekrut Yufrida. Martha juga mengabarkan kalau Yufrida meninggal dunia di Malaysia.

"Saya ditelepon sampai empat kali disuruh buat lari, tapi aku tak mau lari karena aku merasa tak bersalah. Saya kaget ketika Martha katakan bahwa Yufrida yg diserahkan ketika itu dikirim ke Malaysia meninggal dunia," ujar dia.

Saat ini, dia mengaku pasrah karena telah didakwa bersalah oleh Jaksa. Dia mengaku, dirinya cuma berniat menolong Yufrida buat mendapat pekerjaan.

"Saya pasrah karena nyawa Yufrida telah jadi korban perdagangan manusia oleh mereka. Saya berniat menolong Yufrida buat mampu kerja dan tak tahu kalau aku menyerahkan dia ke orang yg salah," kata Yasmin.

Yufrida Selan lahir di Tupan, Kabupaten TTS, 19 Juli 1997. Keluarga Yufrida berasal dari Desa Tupan, RT 03/RW 02, Kecamatan Batu Putih, Kabupaten Timor Tengah Selatan. Yufrida direkrut secara ilegal oleh Martha Kaligula dan selanjutnya diserahkan ke Eduard Leneng.

Eduard Leneng kemudian bekerja sama dengan staf Imigrasi Kupang, Gostar Moses Bani, guna memalsukan dokumen Yufrida dan memberangkatkan dia ke Malaysia pada 2 September 2015. Bahkan, nama Yufrida Selan diganti menjadi Merlinda Sapai.

Pada 15 Juli 2016, perempuan yg dipanggil Frida itu 'datang' ke rumah orang tua dalam kondisi tidak bernyawa. Ketika keluarga korban melihat keadaan jenazah, lihat foto, ada banyak jahitan menutup kulit.

Salah sesuatu anggota keluarga Frida, Metu Selan, melaporkan ke Polsek Amanuban Barat/Batu Putih. Selanjutnya pemeriksaan jenazah oleh Petugas Polres TTS dan RSUD Soe TTS.

Data dan tanda-tanda fisik memamerkan bahwa jenazah tersebut adalah Yufrida Selan. Namun pada paspor yg dikeluarkan oleh Imigrasi Kupang, tertulis nama Melinda Sapai yg lahir di Tuasene 15 Juli 1994.

Dugaan kuat, Frida yg menjadi TKI ilegal itu yaitu korban dari perdagangan orang, di mana anggota tubuhnya diambil atau diperjualbelikan.



Source : liputan6.com

Terimakasih sudah membaca: Pengakuan Mengejutkan Perekrut TKI Ilegal yang Tewas di Malaysia

idaraya

Share this

Berkomentarlah yang baik sopan dan relevan,jangan menyimpang dari topik !!!

list emo
Terimakasih atas komentar Anda di " Pengakuan Mengejutkan Perekrut TKI Ilegal yang Tewas di Malaysia "