Jakarta, Orang yg tinggal di daerah gersang, yg dilanda kekeringan tak lama lagi mulai bisa memperoleh air segera dari sumber yg ada di sekitar mereka.
Air itu bersumber dari udara, ujar para peneliti Amerika pada Kamis 13 April 2017.
Baca Juga
WHO: 2 Juta Orang Minum Air Terkontaminasi Tinja Mirip Serdadu Manusia, Semut Ini Menolong Rekan yg Terluka Turbulensi Pesawat Kian Parah Gara-Gara Perubahan Iklim, Mengapa?Para ilmuwan sudah mengembangkan sebuah kotak yg mampu mengubah udara dengan tingkat kelembaban rendah menjadi air, yg bisa memproduksi dua liter air setiap 12 jam, tulis mereka di jurnal Science.
"Kotak ini mengambil air dari udara dan kotak ini menangkapnya," ujar Evelyn Wang, seorang insinyur mesin di Massachusetts Institute of Technology (MIT) dikutip dari VOA News, Sabtu (15/4/2017).
"Teknologi ini dapat jadi sangat bermanfaat buat daerah-daerah terpencil di mana ada keterbatasan dalam infrastruktur," ujar Wang yg juga salah sesuatu penulis makalah tersebut.
"Sistem itu yg ketika ini masih dalam fase purwarupa atau prototipe, memakai bahan yg menyerupai tepung pasir bagi menangkap udara dalam pori-porinya yg kecil. Ketika dipanasi oleh sinar matahari atau sumber lain, molekul-molekut air dalam udara yg terperangkap dirilis dan dikondensasi –- pada intinya 'menarik' air dari udara," jelas para ilmuwan.
Sebuah uji mencoba baru-baru ini di atap MIT mengkonfirmasi sistem itu, yg dapat memproduksi sekitar segelas air setiap jamnya dalam tingkat kelembaban udara antara 20 hingga 30 persen.
Sejauh ini perusahaan-perusahaan seperti Water-Gen dan EcoloBlue telah memproduksi unit atmosferik, yg bisa menghasilkan air yg memanen air dari udara.
Apa yg spesial dari purwarupa produk penghasil air ini?
"Unit ini bisa membudidayakan air dalam lingkungan dengan tingkat kelembaban rendah tanpa perlu energi. Tidak membutuhkan sistem yg rumit yg membutuhkan sejenis siklus pendinginan," tutur Wang.
Menurut para ilmuwan, sekitar sepertiga penduduk dunia tinggal di daerah-daerah dengan tingkat kelembaban udara yg relatif rendah. Wilayah yang dilanda kekeringan seringkali diterpa udara kering, namun Wang menyampaikan produk baru ini tetap bisa menolong mereka buat mendapatkan air.
"Sekarang kami mampu pergi ke daerah-daerah yg lumayan kering, kawasan-kawasan gersang. Kami bisa memasok mereka dengan alat ini, dan mereka bisa menggunakannya dengan mudah," beber para ilmuwan.
Teknologi ini membuka pintu buat apa yg disebut oleh salah sesuatu penyusun makalah, Omar Yaghi, sebagai "air yg disesuaikan dengan kebutuhan pribadi".
Yaghi, seorang profesor kimia di University of California, Berkeley, membayangkan masa depan di mana air di produksi tanpa tergantung jaringan pipa ke rumah-rumah pribadi. Kemungkinan juga ladang pertanian mulai memakai alat itu.
"Aplikasi alat ini lebih luas dari sekedar air minum dan bagi tujuan rumah tangga, tak tergantung jaringan pipa. Penemuan ini membuka penggunaan teknologi bagi mengairi kawasan pertanian yg luas," imbuh Yaghi.
Dalam dua tahun ke depan, Wang menambahkan, para pengembang berharap buat menemukan cara mereproduksi alat ini dalam skala besar dan berangsur-angsur memproduksi sebuah produk resmi. Produk yg dihasilkan, menurut keyakinannya, mulai cukup terjangkau dan gampang didapat.
Source : liputan6.com
Terimakasih sudah membaca: Ilmuwan Ciptakan 'Kotak Ajaib' yang Ubah Udara Jadi Air

Berkomentarlah yang baik sopan dan relevan,jangan menyimpang dari topik !!!