Makassar -, Sungai Pampang yg dikenal sebagai salah sesuatu sungai keramat di Makassar mendadak dipenuhi berbagai sesajen jelang Ramadan yg jatuh sekitar 1,5 bulan lagi. Sesajen itu terdiri dari makanan adat seperti songkolok yg berbahan baku beras ketan putih dan hitam dan setandan pisang raja.
Ada pula dua butir telur ayam kampung dan masakan berbahan daging ayam. Sesajen tersebut diberikan oleh keluarga calon pengantin sebagai persembahan buat leluhur penguasa kawasan sungai yg dikenal dengan gelar Karaeng Sinrijala atau raja buaya putih.
"Ini telah ritual adat keluarga aku dan hampir seluruh masyarakat adat Makassar juga melakukan hal yg sama. Namanya appanaung, dikerjakan sebelum memulai hajatan besar seperti acara pengantin apalagi jelang Ramadan ini," kata Asia (48), warga Jalan Adipura Makassar, ketika ditemui bersama keluarganya sedang melaksanakan ritual di bawah jembatan Kampus Bosowa Makassar, Jumat, 14 April 2017.
Asia menyampaikan ritual appanaung yaitu budaya nenek moyang, khususnya mereka yg tinggal di daerah Tallo Makassar dan Kabupaten Gowa. Hal ini sebagai tanda syukur kepada Sang Pencipta.
"Budaya appanaung itu erat kaitannya dengan tanda kesyukuran kepada Tuhan dan penghargaan kepada leluhur yg sudah menjaga kampung atau warga menyebutnya dengan sebutan patanna parasangan," kata Asia.
Leluhur penguasa wilayah Tallo yg diketahui Asia, banyak. Hanya saja, khusus sungai keramat seperti Sungai Pampang, yaitu kekuasaan Karaeng Sinrijala yg yaitu tokoh yg paling disegani dan dihormati hingga tiada.
"Orangtua dahulu pesan, jangan sekali-kali melupakan adat ini karena Karaeng mampu marah dan hampir tiap tahun seandainya tidak digelar, biasanya mengambil korban. Di mana buaya yg diyakini sebagai pasukan Karaeng Sinrijala mulai muncul dan memakan siapa yg takabur," ujar Asia.
Source : liputan6.com
Terimakasih sudah membaca: Sesajen Penuhi Sungai Pampang Makassar Jelang Ramadan, Buat Apa?

Berkomentarlah yang baik sopan dan relevan,jangan menyimpang dari topik !!!